IATMI Dorong Pemerintah Lakukan Eksplorasi Migas Yang Masif

Balikpapan, 96.2 FM Radio Idola – Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) mendorong pemerintah untuk menggalakan eksplorasi terutama di kawasan Indonesia bagian Tengah dan Timur yang memiliki potensi gas yang menjanjikan. Yaitu daerah daerah seperti di lautan arafuru, Papua, Maluku dan daerah perbatasan antara Sulawesi dan Kalimantan. Menurutnya tanpa eksplorasi, tidak bisa meningkatkan cadangan gas.

“Ada 4 pilar bagaimana meningkatkan produksi migas, salah satunya adalah kegiatan eksplorasi yang masif,” kata Wakil Ketua IATMI Pusat, Hadi Ismoyo disela sela kegiatan workshop yang digelar di Balikpapan, Jum’at (14/11/2018)

Menurut Hadi Ismoyo, yang tidak kalah penting adalah kegiatan Enhanced Oil Recovery yaitu bagaimana meningkatkan perolehan minyak dengan metode primer dan metode sekunder.

Hadi Ismoyo juga menuntut SDM engineer untuk bersikap lebih militan, guna mewujudkan pengembangan kegiatan eksplorasi tersebut.

“Supaya kita bersama sama bergerak untuk meningkatkan produksi gas. Jadi militansi itulah yang kita tuntut,” tegasnya.

Terkait ekplorasi di kawasan Indonesia Timur , Hadi Ismoyo melihat karakter migas di Indonesia Timur belum ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, sedangkan rasio penemuan migas masih sangat kecil. Dalam menyelesaikan permasalahan ini Hadi Ismoyo yang juga Direktur Utama Petro Gas Pantai Madura Jawa Timur , mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan insentif guna mendorong eksplorasi dan meningkatkan SDM di daerah.

“Harus ada revolusi mental dimana teman teman BUMD harus dipegang oleh orang-orang profesional,” tambahnya.

Dari sisi bisnis, pihaknya menyarankan kepada pemerintah daerah untuk membuat term and condition system yang menarik bagi investor agar dapat memberikan kenyamanan, seperti perijinan yang lebih singkat, approval yang simple, peran daerah dimana WKP itu beroperasi harus lebih dominan.

“Harus dibantu proses perijinannya, lebih dipermudah, jangan dipersusah,” imbuhnya.

Hadi Ismoyo menambahkan pemerintah daerah akan mendapat banyak manfaat , baik dari sisi partipation interest, bagi hasil maupun multi flyer effect yang akan meningkatkan perekonomian daerah.

Pengembangan migas Indonesia Tengah dan Timur perlu dikejar guna meningkatkan ketahanan energi nasional terutama pada potensi produksi gas yang dimiliki. Ketidakseimbangan supply dan demand gas indonesia saat ini perlu di cari jalan keluarnya salah satunya dengan mendorong percepatan pengembangan dan pemanfaatan gas di wilayah tersebut.

“Kalau ketahanan energi kita berbasis gas, kita akan kuat karena kita memiliki resources gas,” tambah Hadi Ismoyo.

Pihaknya menyarankan pemerintah pusat dan daerah untuk memulai melakukan pemetaan RTRW dimana pengembangan kota sudah mulai memikirkan suplay energi berbasis gas. Hadi Ismoyo juga berharap Pemda membantu mempermudah izin pelaksanaan eksplorasi migas.

IATMI sendiri merupakan Asosiasi non profit, didirikan di Jakarta pada 7 Juni 1979 oleh sekelompok profesional Indonesia yang fokus pada bidang industri perminyakan dan gas. Pada saat ini IATMI memiliki lebih dari 10.000 anggota tersebar di Indonesia dan beberapa negara di dunia yang terbagi dalam berbagai komisariat. (daus)