Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan Diprediksi Capai 5,46 Persen

Balikpapan – Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan diperkirakan dapat mencapai 5,46 %, pada akhir tahun 2018 mendatang. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan industri pengolahan serta perbaikan Infrastruktur khususnya milik pertamina.

Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Suharman Tabrani mengatakan, masa maintenance Pertamina RU V pada tahun 2018 akan selesai, sehingga kapasitas produksi minyak bisa lebih optimal.

“Untuk growthnya sampai 2018 akhir diperkirakan bertumbuh sebesar 5,46 % lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya,” ungkap Suharman.

Menurut Suharman, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada tahun ini juga dipengaruhi oleh membaiknya kinerja pertambangan, seiring dengan peningkatan produksi dan membaiknya harga batubara. Selain itu sektor hotel dan restoran juga akan ikut menggeliat yang mempengaruhi daya beli.

“kinerja sektor PHR yang diperkirakan membaik didorong oleh geliat sektor pertambangan yang tercermin dari peningkatan tingkat akupansi hotel dan perbaikan daya beli pada 2018,” Katanya.

Sementara itu terkait dengan tingkat inflasi Suharman menjelaskan, pada bulan Agustus lalu Kota Balikpapan mencatat deflasi sebesar 0,02 %, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,03 %. Dengan demikian angka inflasi kota Balikpapan secara kumulatif tercatat sebesar 3,56%.

“inflasi Kota Balikpapan secara kumulatf sebesar 3,56%, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 2,13 % dan Kalimantan Timur sebesar 3,29 % “, jelasnya.

Sebagai langkah untuk mengendalikan angka inflasi hingga akhir tahun, tim pengendalian inflasi daerah (TPID) kota Balikpapan akan terus melakukan pemantauan harga dan sidak pasar bersama Satgas Pangan, melakukan koordinasi akselerasi operasional kios penyeimbang di Pasar Klandasan, serta melakukan stabilisasi harga melalui Bulog untuk komoditas pangan strategis terutama beras. (daus)